Curhat Ala Diary

 

Manfaat menulis diary

Bonjour... 

Ini ada diary. Senja kutulis hingga berdarah-darah tapi ditertawakan, ah sama teman sendiri. Biarkan semua. yang penting kita bisa mandiri. Tidak menyusahkan orang lain. Saya pernah mengalami CTS yang lebih dikenal dengan saraf kaku di jari-jari kadang ya menulis pakai Speechnotes karena dirasa lebih terkonsep. 

Anjuran untuk menulis langsung id gadget, saya terima tapi tidak saya telan utuh. Speechnote lebih pada suara, harus stabil. Terkadang ada eror suara dari sekitar  kita. Usahakan bening sunyi baru bicara. Lebih ke arah menghindari stuck.  Menulis dengan draft juga bagus, yang penting kuasai keyboard jika ingin menulis dengan Papan ketik. Metode atau cara menulis tanpa konsep bagai menuliskan kata di Cup atau gelas plastik kopi kekinian. Rasanya anyir. Trust me, Guys.

Bagi kebanyakan orang. menulis diary bahkan dianggap tidak praktis, membuang waktu, menyita ide dan pikiran. Ya anggap saja benar. Lantas pergi.  Menulis sambil mendengarkan musik, menjadi jalan, tidak hancur tidak pula sederhana mampet. 

Gelisah jika tidak menulis di gadget ? Hanya untuk cari referensi saja. bisa dari radio, spoon, podcast. menulislah seakan irama itu mengikuti. Endingnya, mereka akan membunuhmu. Ide hilang cuma sebab bayang-bayang Stalking, gosip teman atau si hantu. 

Ada guru yang merasa kalah dengan muridnya. Ya karena tidak semua murid bisa dibodohi. Sebab murid bisa berkebang-bahkan mencari ilmu lain, apalagi murid di usia muda, bisa berjalan kemana pun ia mau. Menulis tanpa tapi, bila perlu segera tulis. Berdasar pengalaman pribadi. Itu akan sangat menjenuhkan jika ditunda. Pahit seperti kopi. Manis kala diteruskan menulis, buat brainstorming. Indah manis seperti matcha. 

Enyah, entah, tidak perlu terkejut. Demi mencintai dunia kepenulisan, setidaknya membuat rekan-rekan konsisten menjadi pribadi tangguh, tidak goyah kata-kata arus tanpa sadar. Ada yang marah dan tidak terima. Ya disadari saja, semua akan baik-saja. Biar mereka yang tertidur. Kita tetap bersinat tidak meredup. Saya tidak bisa bernafas tanpa diary . Sebenarnya  tidak akan habis ide itu walau mecoba menyelami sedalam samudera hingga kerak bumi. Ilmu Tuhan tidak terbatas. Mutlak berbeda seperti manusia yang selalu miliki keterbatasan.

Kenapa diary yang disalahkan. Bagai miliki jiwa, hati tanpa raga. Hati akan selau hidup meski diselimuti jiwa kotor. Hati tetap bisa berubah meski berkarat sekalipun tergantung apa yang kita niatkan. Diary nyaman ibarat rumah.  Kangen bisa berteduh di kafe yang santun dan santuy. Kendati beda harus saling tegar menjalani, meluapkan emosi ke arah perubahan terketuk manja. Jujur nan pahit tidak mungkin terulang ide unik itu.

Terkait ide. Tanpa disangka akan mengalir deras, seperti lukas yang tertutup perban.  Pernah menangis terlalu dalam lantaran sebuah diary. Kertas yang hanya tidak seberapa namun tersirat maknya terdalam.  Dari dairy untuk hati mampu membawa tubuh ini seperti terbangun. Halu...


Semoga bermanfaat

Merci (Terima Kasih) dalam bahasa perancis.


Samy


sumber gambar  :

http://coratcoretanakusil.blogspot.com/2014/01/manfaat-menulis-diary.html


Posting Komentar untuk "Curhat Ala Diary"