Pertemuan Singkat yang Memikat

berkumpul menggali ilmu menjadi rutinitas 

 Serius tapi Santai 

    Beberapa hari  yang lalu bencana sempat menghampiri kota kami tempat dimana banyak orang lalu lalang tiba-tiba saling terkaget karena gempa yang terjadi di siang hari. Sebagian orang merasakan dan sebagian tidak terlalu merasakannya, ya mungkin sedang terlelap atau sedang keluar kota.

     Ini adalah penggemar kopi dan teh tidak melulu di kopi, berbagai rasa dari minuman lain sudah pernah dicoba. Anak muda yang bersemangat ditemani guru senior yang produktif menulis. Sengaja saya tulis agak menjadi kenangan indah di hati pembaca. eh terserah. Semua kembali pada pribadi masing-masing.  

    Jadi komunitas yang produktif adalah membagikan kesan manis kepada audiens. Tidak melulu yang lucu atau menggemaskan agar menarik banyak pembaca, Cukuplah dimulai dengan sederhana. lewat saling berbagi dengan hati. "ah, kafe mahal?" celoteh salah satu teman kami. tadak perlu setiap hari, asala ada kesepakatan pun. yang penting untuk keutuhan sebuah wadah perkumpulan(sesuai prtokol kesehatan).

    Oh iya kita fasilitasi dengan yuk nabumg dulu, yuk sharing di tempat anggota. Faktanya kebanyakan orang mau yang wah tapi tidak mau berusaha agar kesempatan bersilaturahmi itu bisa terlaksana. Padahal saling menguatkan adalah kunci mencari ilmu, sebagian mengira hal itu kurang ramah tapi menurut kami sebaliknya berkesan.

    Orang adalah apa yang dia baca setiap harinya. Sesuai apa yang dicerna dan keluar menjadi butiran serta membentuk karakter dari yang ia masukkan ke dalam pikiran dan hatinya.

    Bukan masalah gengsi, tapi lebih ke arah kenyamanan. kalaupun ita di resto, itu tidak akan nyaman karena tidak mungkin bisa beralama-lama kecuali milik kita sendiri. Di tiap perptemuan. kami kadang membahas dunia literasi, yang tidak sebatas buku, ada segi film,  komunitas bahasa, dan robotic,

Membahas Penerbitan 

    Mestinya pembaca pun juga tahu jika kita tidak seenaknya merencanakan sesuatu. Apalagi merugikan teman-teman komunitas. Kita hanya memfasilitasi. termasuk di dunia penerbitan buku. Biarppun sudah menggandeng salah satu penerbit besar. Tak perlu jumawa. Semestinya kita perlu menyemangati rekan-rekan juga seperjuangan dengan modal niat. Niat yang tulus akan berbuah fulus, Eh tidak juga. karena akan kembali pada keberkahan yang didapat.

    Penerbitan yang kami bangun bertujuan pula agar kita semua mendapat manfaat yang tidak sedikit. Tanggung jawab naskah, etika, dan masa depan kita bersama. Penerbitan yang murah tapi tidak kalah kualitas dengan penerbit besar yang ada di tanah air. Sebagian anggota komunitas turut terlibat dalam pembentukan penerbitan indie. Kita bisa berjuang bersama dan berakhir bersama seperti keluarga.

Ada pula penerbit indie dan bebrapa menggunakan self publishing.

Untuk lebih jelasnya bisa disimak pada artikel salanjutnya yang akan segera tayang...taraaa....


4 komentar untuk "Pertemuan Singkat yang Memikat"